Posted by : Unknown Kamis, 08 November 2012


C. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organisme terbatas dibanding jenis mahluk lain ciptaan Tuhan. Sejak lahir manusia itu telah mengenal dan berhubungan dengan manusia lainnya. Manusia mempunyai suatu naluri “gregariosiusness” untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain (mahluk sosial). Dengan adanya naluri, manusia dikenal sebagai mahluk berbudaya karena berfungsi sebagai pembentuk kebudayaan, sekaligus dapat berperan karena didorong oleh hasrat atau keinginan yang ada dalam diri manusia yaitu :

1.       Menyatu dengan manusia lain yang berbeda disekelilingnya

2.       Menyatu dengan suasana dalam sekelilingnya

Manusia itu merupakan mahluk yang hidup bergaul/berinteraksi (Soon Politikon). Kesatuan-kesatuan manusia atau kelompok sosial berupa keluarga dan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup diperlukan suatu sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial guna mengatur kehidupam mereka.

 

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU

                Individu berasal dari kata latin “individum” yang artinya tidak terbagi. Jadi individu adalah kesatuan yang paling kecil dan terbatas yaitu manusia perseorangan.

                Dalam pandangan psikologi sosial, suatu individu memiliki pola tingkah laku bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas dalam lingkungan sosialnya namun juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

                Setiap individu dibebankan beberapa peranan yang berawal dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesama manusia. Terdapatnya konflik dari individu disebabkan tingkah laku yang khas pada dirinya bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakat adalah wajar. Artinya individu telah menemukan kepribadiannya atau proses aktualisasi dirinya sebagai bagian dari lingkungannya telah terbentuk.

 

PERTUMBUHAN INDIVIDU

                Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Bagian-bagian yang dulu ada sebelum keseluruhan.  Proses asosiai yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensasi maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensasi.

                Menurut aliran psikologi Gestalt pertumbuhan adalah proses diferensasi. Jadi menurut proses ini keseluruhanlah yang dulu ada setelah itu menyusul bagian-bagiannya. Kesimpulannya, perubahan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu secara keseluruhan dan kemudian mengenal bagian dari lingkungan yang ada.

                Konsep aliran Sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan :

1.       Pendirian Nativistik = pertumbuhan semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.

2.       Pendirian Empiristik dan Environmentalistik = pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.

3.       Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme = interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi

1.       Masa vital (0 sampai ±2 tahun)

Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Misalkan mulut, pada masa ini mulut memainkan peranan penting dalam kehidupan individu. Pada waktu ini mulut merupakan alat utama untuk melakukan eksplorasi dan belajar. Pada tahun kedua individu mulai belajar berjalan, dan dengan berjalan itu individu mulai pula belajar menguasai ruang. Disamping itu terjadi pembiasaan tahu akan kebersihan yang dapat mengontrol impuls-impuls yang datang dari dalam dirinya.

 

2.       Masa estetik (2 sampai ±7 tahun)

Esetetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Individu umumnya mulai muncul gejala kenakalan. Adapun alasan individu berbuat kenakalan adalah berkat pertumbuhan bahasanya yang merupakan modal utama baginya untuk menghadapi dunianya.

Dalam masa ini terjadi apa yang disebut dengan menghendaki dan kehendak yang dimiliki tidak dapat ditahan-tahan, akan tetapi ketika individu telah memperolehnya maka tidak akan lagi diperdulikannya atau dia menghendaki benda yang lain lagi dan seterusnya.

 

3.       Masa intelektual (7 sampai ±13/14 tahun)

Beberapa sifat khas pada individu pada masa ini :

a.       Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah

b.      Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan, permainan yang tradisional.

c.       Adanya kecenderungan memuji diri sendiri

d.      Jika tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting

e.      Senang membandingkan dirinya dengan teman sebaya

f.        Adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit

g.       Amat realistik ingin tahu, ingin belajar

h.      Gemar membentuk kelompok sebaya/geng

 

4.       Masa sosial (14 sampai ±20/21 tahun)

KELUARGA DAN FUNGSINYA DIDALAM KEHIDUPAN MANUSIA

                Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini akan melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat (primary group).

                Sebagai gejala yang universal, keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga.

1.       Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi.

2.       Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk rumah tangga (household).

3.       Keluarga merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi.

4.       Keluarga umumnya akan mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.

 

Emile Durkheim mengemukakan tentang sosiologi keluarga dalam karyanya “Introduction A La Sosiologi de la famile” mayor Polak, 1979: 331. Bersumber dari karya ini munculah istilah keluarga conjugal yaitu keluarga batih atau keluarga inti.

Koentjaraningrat membedakan 3 macam keluarga luas berdasarkan bentuknya :

1.       Utrolokal, terdiri dari keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih/inti anak laki-laki maupun anak perempuan

2.       Viriolokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga inti dari anak-anak lelaki

3.       Uxorilokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih/inti anak-anak perempuan

Keluarga juga mepunyai fungsi yaitu suatu pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan didalam keluarga tersebut. Macam-macamnya :

·         Fungsi biologis

·         Fungsi pemeliharaan

·         Fungsi ekonomi

·         Fungsi keagamaan

·         Fungsi sosial

 

MASYARAKAT SUATU UNSUR DARI KEHIDUPAN MANUSIA

                Istilah masyarakat berasal dari akar kata Arab yaitu Syaraka yang berarti “ikut serta, berpartisipasi”

                Definisi dari masyarakat yaitu merupakan suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya (Peter L Berger). Menurut Koentjaraningrat dalam tulisannya menyatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Dalam psikologi sosial masyarakat dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam satu kebersamaan hidup dan dengan wawasan hidup yang bersifat kolektif, yang menunjukkan keteraturan tingkah laku warganya guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing.

Golongan masyarakat adalah sebagai berikut :

1.       Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.

2.       Masyarakat maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial.

a.       Masyarakat non industri.

b.      Masyarakat industri

 

D. PEMUDA DAN SOSIALISASI

                Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini tengah berlangsung.

                Keragaman pemuda Indonesia dilihat dari kesempatan pendidikannya serta dihubungkan dengan keragaman penduduk dalam suatu wilayah, maka proses sosialisasi yang dialami oleh para pemuda sangat rumit. Sehubungan dengan perkembangan individu pemuda itu sendiri dan dalam rangka melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua, maka pengalaman-pengalaman yang dialaminya itu kadang membingungkan dirinya sendiri.

 

Pemuda Indonesia

Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :

Masa bayi            : 0 – 1 tahun

Masa anak          : 1 – 12 tahun

Masa puber        : 12 – 15 tahun

Masa pemuda   : 15 – 21 tahun

Masa dewasa    : 21 tahun keatas

Dilihat dari segi budaya atau fungsional :

Golongan anak                  : 0 – 12 tahun

Golongan remaja             : 13 – 18 tahun

Golongan dewasa            : 18 – 21 tahun (keatas)

                Dilihat dari segi ideologi politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada. Terdiri atas 3 kategori :

1.       Siswa, usia 6 – 18 tahun, masih duduk dibangku sekolah

2.       Mahasiswa, usia 18 – 25 tahun berada diperguruan tinggi atau akademi

3.       Pemuda diluar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas

Apabila dilihat dari segi pembangunan, peran pemuda dibedakan menjadi dua yaitu :

1.       Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Dalam hal ini pemuda dapat berperan sebagai penerus tradisi yang berlaku

2.       Didasarkan atas usaha menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ada tiga sikap, yaitu : pertama jenis pemuda pembangkit mereka adalah pengurai atau pembuka kejelasan suatu masalah sosial, secara tidak langsung ikut mengubah masyarakat dan kebudayaan. Kedua, pemuda pdelinkeun alias pemuda nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan baik budaya maupun masyarakat, tetapi hanya memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan yang menguntungkan baginya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan. Ketiga, pemuda radikal. Mereka yang berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.

Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi baik secara sosial maupun individual.

 

Sosialisasi Pemuda

                Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Melalui sosialisasi setiap individu dapat belajar dan menyesuaikan diri tentang bagaimana cara hidup dan berpikir agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.

                Proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu produk sosialisasi, kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain diluar dirinya. Asal mula timbulnya kedirian :

1.       Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu mendapat pandangan orang lain terhadap dirinya.

2.       Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian  yang ideal. Seseorang harus mengetahui cara agar mendapat penghargaan oleh orang lain. Ini berguna untuk meningkatkan ketaatan individu terhadap norma-norma sosial.

Sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah dan jalur organisasi baik formal maupun informal.

                Thomas Ford Hoult menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai standar yang terdapat dalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S Lazarus, proses sosialisasi adalah proses akomodasi, individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan , dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru sesuai kebudayaan masyarakat.

INTERNALISASI, BELAJAR DAN SPESIALISASI

                Ketiga kata atau istilah diatas pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnyapun sama yaitu melalui interaksi sosial. Istialah internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku,dan istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki oleh individu. Kekhususan timbl melalui proses panjang dan agak lama.


STUDI KASUS

PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA

PENYALAHGUNAAN NARKOBA
DI KALANGAN REMAJA
 
Maraknya narkotika dan obat-obatan terlarang telah banyak mempengaruhi mental dan sekaligus pendidikan bagi para pelajar saat ini. Masa depan bangsa yang besar ini bergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Narkoba telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan kita semua. Teman dan saudara kita mulai terjerat oleh narkoba yang sering kali dapat mematikan. Sebagai makhluk Tuhan yang kian dewasa, seharusnya kita senantiasa berfikir jernih untuk menghadapi globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga dan remaja penerus bangsa khususnya. Kita harus memerangi kesia-siaan yang di akibatkan oleh narkoba.
I Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
  1. a. Kegagalan yang di alami dalam kehidupan
Tidak memiliki rasa percaya diri ataupun kurang mendapat kasih sayang orang tua dapat menyebabkan timbulkan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Misalnya saja, orang tua yang terbilang sukses dalam berkarir tetepi kurang memberi perhatian kepada keluarga, adanya perselisihan di keluarga hingga mengalami kehancuran (Broken Home).
b. Pergaulan yang bebas dan lingkungan yang kurang tepat.
Menurut teori Waddington, mengenai “develope mental land scape”, jika seorang anak di tempatkan pada suatu lingkungan tertentu, maka sulitlah bagi kalangan tersebut untuk mengubah pengaruhnya, terlebih lagi jika lingkungan itu sangat kuat mempengaruhi anak tersebut. Dengan demikian untuk mencegah penggunaan narkoba, maka land scape (lingkungan) yang baik saat ini adalah lingkungan Islam. Sebagai orang tua seharusnya dapat memperingatkan anaknya agar tidak bergaul dengan teman yang berakhlak tidak baik.
  1. c. Kurangnya siraman agama
Untuk memerangi narkoba, upaya yang perlu di lakukan adalah membangkitkan kesadaran beragama dan menginformasikan hal-hal yang positif dan bermanfaat kepada para remaja. Karena, pada zaman sekarang ini sangt sedikit para remaja yang sadar akan pentingnya siraman agama.
  1. d. Keinginan untuk sekadar mencoba
Keyakinan bahwa bila mencoba sekali takkan ketagihan adalah salah satu penyebab penggunaan narkoba, karena sekali memakai narkoba maka mengalami ketagihan dan sulit untuk di hentikan. Maka dari itu, bila seseorang ingin terhindar dari narkoba, harus dapat menjauhkan dirinya dari hal-hal yang memungkinkan untuk mencoba dan bersentuhan dengan narkoba.
II. Narkoba Yang Banyak Beredar Di Masyarakat.
Ada banyak jenis narkoba yang beredar di masyarakat yang banyak di salahgunakan oleh remaja, antara lain:
  • Ganja, di sebut juga dengan mariyuana, grass/rumput, pot, cannabis, joint, hashish, cimeng.
  • Heroin, di sebut juga dengan putaw, putih, PT, bedak, etep.
  • Morfin, yaitu narkoba yang di olah dari candu/opium yang mentah.
  • Kokain, di sebut juga dengan crack, coke, girl, lady.
  • Ekstasi, di sebut juga dengan ineks, kancing.
  • Shabu-shabu, di sebut juga dengan es, ss, ubas, kristal, mecin.
  • Amphetamin, di sebut juga dengan speed.
# Zat Hirup
Berbagai jenis bahan perekat yang di pasarkan sebagai bahan bangunan juga sering kali di salah gunakan untuk di hirup, antara lain: lem kayu (sejanis aica aibon), cat, thinner.
# Obat Penenang, di sebut juga pil koplo
berbagai obat penenang dan obat tidur (anti-insomnia) juga sring di pakai oleh pecandu narkoba. Obat-obatan in masuk daftar G dan psikotropika, tetapi di perjualbelikan secara bebas di kios-kios kaki lima.
  1. a. Akibat Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Kesehatan.
Secara keseluruhan obat-obatan ini dapat menimbulkan gangguan-gangguan pada sistem saraf manusia, juga pada organ-organ tubuh manusia. Narkoba juga akan mengakibatkan kcanduan/ketagihan kepada pemakainya dan apabila pemakaian di hentikan, dapat mengakibatkan kematian. Ciri-ciri kecanduan antara lain: kejang, sakit perut, badan gemetar, muntah-muntah, mata dan hidung berair, hilangnya nafsu makan dan hilangnya/berkurangnya berat badan.
  1. b. Akibat Penggunaan Narkoba Terhadap Lingkungan Di Masyarakat
Penggunaan narkoba dapat menghilangkan kesadaran pemakainya, menyebabkan paranoia (linglung), juga dapat membuat pemakainya menjadi ganas dan liar sehingga dapat mengganggu ketentraman di masyarakat.
Untuk mendapatkan barang-barang haram itu, di perlukan tidak sedikit biaya, sehingga dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan kriminal seperti pencurian, perampasan ataupun pertengkaran dan tidak sedikit pula yang menimbulkan pembunuhan.
III Pencegahan Dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba
Ada banyak hal untuk mencegah penggunaan narkoba antara lain adalah:
  • membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan bermanfaat.
  • Selektif dalam memilih teman.
  • Selektif dalam memilih makanan dan minuman.
  • Menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat.
  • Membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mengingatkan.
  • Bila berhadapan dengan orang/teman yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat.
  • Mengetahui fakta-fakta tentang narkoba termasuk akibat-akibat yang di timbulkan oleh barang-barang haram tersebut.
 
Sumber studi kasus :lhttp://bayu96ekonomos.wordpress.com/anda-tertarik/artikel-kesehatan/penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-remaja

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © My Live at Gunadarma University - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -