- Back to Home »
- Tugas »
- Makalah
Posted by : Unknown
Jumat, 22 November 2013
Teori
Organisasi Umum I
(Arti Penting Kepemimpinan dalam Organisasi)
DisusunOleh :
·
Arbi M Furqon
(11112024)
·
Barry Permana
(14109809)
·
Denny Safika W.
(11112851)
·
Elvira Dwi Septiani
(12112478)
·
Erita
Kuswandari (1A1133732)
·
Irhamillah(13112801)
·
Ryan Hidayatullah
(16112748)
Kelas
: 2KA20
Kelompok
: 6
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga kelompok kami berhasil menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini berisikan tentang “Arti penting kepemimpinan dalam organisasi.” Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………….....1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………….2
BAB I. PENDAHULUAN
1.1
LatarBelakang………………………………………….………………………………….....3
1.2
Maksuddantujuan……………………………………………………………………….......3
BAB II. PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Organisasi & Kepemimpinan …………………………………………………....4
2.2Syarat Pemimpin
yang Baik….………………………………………………………....…....5
2.3Tipologi
Kepemimpinan………………………………………………….………………......7
2.4Faktor yang
Mempengaruhi Kepimipinan………………………………………………........9
2.5 Contoh Kasus..........................................................................................................................10
BAB III. PENUTUP
3.1.
Kesimpulan…………………………………………………………………………….……12
3.2. Saran…………………………………………………………………………….……..........12
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….13
BAB I
PENDAHULUAN
1.
1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup,
manusia selalu berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup
berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Oleh
sebab itu diantara para anggota kelompok tentulah membutuhkan seseorang yang bisa memimpin kelompok itu, sebab jika tidak
ada pemimpin maka akan terpecah belah lah kelompok tersebut. Untuk mengelolanya,
diperlukan pemimpin yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik serta dapat menjadi
panutan untuk anggota kelompoknya.
Pemimpin
adalah figure seseorang yang bijaksana,
berani mengambil keputusan dan yang paling penting berwibawa dan bisa memimpin untuk
mencapai tujuan bersama. Sekarang sudah sangat sedikit orang yang mempunyai ciri-ciri
seorang pemimpin yang baik didalam organisasi maupun badan-bandan usaha,
bisnis, dan pemerintahan. Untuk itu maka sangat penting bagi para remaja-remaja
mulai membiasakan diri untuk belajar menjadi seorang pemimpin yang berani dan
bisa memberikan arahan yang baik didalamo
rganisasi. Salah satunya memberikan pendidikan atau pembelajaran tentang pentingnya
kepemimpinan didalam organisasi.
Dalam
praktek sehari-hari, seorang diartikan sama antara pemimpin dan kepemimpinan,
padahal kedua hal tersebut berbeda. Pemimpin adalah orang yang tugasnya memimpin,
sedang kepemimpinan adalah bakat dan atau sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin.
Setiap orang mempunyai pengaruh atas pihak lain, dengan latihan dan peningkatan
pengetahuan oleh pihak maka pengaruh tersebut akan bertambah dan berkembang.
1.2
Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan kami dari tulisan makalah ini adalah agar pembaca bisa mengetahui
organisasi,pemimpin, dan kepemimpinan. Mengetahui bagaimana cara menjadi
pemimpin yang baik serta mengetahui teori yang berkaitan dengan pemimpin dalam organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PengertianOrganisasidanKepemimpinan
Organisasi adalah sebagai alat dari suatu kegiatan yang
dilakukan oleh beberapa orang atau lebih yang bekerja samauntuk mencapai tujuan.
Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang,
baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu.
Teori Kepemimpinan
1.
Teori Genetie: bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan
karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.
2.
Teori Sosial: Jika
teori genetis mengatakan bahwa
“leaders are born and not made”, maka penganut-penganut sosial
mengatakan sebaliknya
yaitu : “Leaders are made and not born”. Penganut-penganut teori ini
berpendapat bahwa etiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila
diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
3.
Teori Ekologis: Teori ini merupakan penyempurnaan dari
kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-penganut
teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila
pada waktu lahir nya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, yang mana bakat tadi kemudian dikembangkan
melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan nya
untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimiliki.
2.2
Syarat-SyaratPemimpin YangBaik
Pengembangan kemampuan itu adalah suatu
proses yang berlangsung terus menerus dengan maksud agar yang bersangkutan semakin
memiliki ciri-ciri kepemimpinan.
Walaupun belum ada kesatuan pendapat
para ahli mengenaisyarat-syarat ideal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin,
akan tetapi beberapa di antaranya yang
terpenting adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan atau energi
Seorang
pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir
untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
2. Penguasaan emosional
Seorang
pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa.
3. Pengetahuan mengenai hubungan
kemanusiaan
Seorang
pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain, sehingga mudah mendapatkan
bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.
4. Kecakapan berkomunikasi
Kemampuan menyampaikan ide, pendapat
serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah
mengambil intisari pembicaraan.
5. Kemampuan teknis kepemimpinan
Mengetahui
azas dan tujuan organisasi. Mampu merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mengawasi, dan
lain-lain untuk tercapainya tujuan. Seorang pemimpin
harus menguasai baik kemampuan managerial maupun kemampuan teknis dalam bidang
usaha yang dipimpinnya.
6. Percaya terhadap kemampuan orang
lain
Setiap
orang akan senang jika mereka merasa dipercaya dan banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut.
Berilah kepercayaan kepada orang yang kita pimpin sesuai
dengan kemampuan dan wilayah kerjanya, namun sampaikan terlebih dahulu dengan
jelas apa yang harus dia lakukan.
7. Mendengar apa yang disampaikan
orang lain
Dengarkan
dan perhatikan apa yang di sampaikan orang lain disekitar kita, ketika hal tersebut dilakukan sesungguhnya kita
membangun hubungan terhadap orang lain dan mereka akan merasa dihargai. Karena
pada dasarnya setiap orang pasti ingin dirinya dihargai, maka berikanlah hal itu.
Orang yang tidak pernah menghargai orang lain,jangan pernah berharap dia akan
dihargai apalagi dicintai.
8. Kemampuan memahami orang lain
Setiap
orang sebenarnya ingin didengar, dihormati dan dipahami, ketika orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka akan merasa dimotivasi dan
dipengaruhi secara positif. Sesungguhnya cara paling halus dan
jitu untuk mempengaruhi dan mengambil hati orang lain adalah dengan memahami dan
mendengarkan apa yang dia sampaikan. Berikan sepenuhnya apa yang sudah menjadi
hak mereka tanpa harus melalaikan pendidikan untuk mereka sadar akan kewajiban
mereka juga.
9. Menjadi arah (navigator) bagi
orang lain
Berarti mengidentifikasi tempat
tujuan. Ketika seseorang memiliki potensi pribadinya maka ia memerlukan arah untuk mengembangkan potensi
tersebut. Dengan mengarahkan orang lain kepada kesuksesan, tanpa
kita sadari kita pun telah melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses.
Ilmu kita meningkat, pengalaman kita bertambah, kemampuan kita semakin diasah,
relasi atau jaringan kita bertambah dan kebaikan kita pun berlipat ganda. Sungguh sebuah
multiple effect yang luar biasa.
10. Memperlengkapi orang lain
10. Memperlengkapi orang lain
Artinya
ketika kita mempercayakan orang lain dengan sebuah keputusan penting maka kita harus dengan senang mendukungnya. Ketika kita memberi
wewenang kepada orang lain maka kita telah meningkatkan
kemampuan orang lain tanpa menurunkan kemampuan kita. Maksudnya jika seorang
pemimpin telah mampu mendelegasikan tugas dengan baik kepada bawahannya, berarti ia telah membuat langkah cerdas
dalam kerjanya, tugas yang tercapai lebih banyak dan lebih
cepat. Bawahannya semakin pintar dan pada akhirnya tujuan bersama pun tercapai dengan hasil terbaik. Namun
syarat sebelum pendelegasian adalah berikan penjelasan dan ilmu
sampai orang yang kita delegasikan tersebut paham benar tentang apa yang harus ia lakukan.
2.3 TipologiKepemimpinan
Tipologi
kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam
kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam
kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1.Tipe
Otokratis
Seorang
pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai
berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, mengidentikkan tujuan
pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata,
Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, terlalu tergantung kepada
kekuasaan formalnya, dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan
pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2.Tipe
Militeristis
Perlu
diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe
militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang
pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki
sifat-sifat berikut : dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih
sering dipergunakan, dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada
pangkat dan jabatannya, senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, menuntut
disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, sukar menerima kritikan dari
bawahannya, menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3.Tipe
Paternalistis.
Seorang
pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang
memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang
tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang
memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang
memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang
memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan
fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
4.Tipe
Karismatik.
Hingga sekarang
ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin
memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya
tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang
jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat
menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya
pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik,
maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan
kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak
dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang
kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah
seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu
terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat
digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
5.Tipe
Demokratis.
Pengetahuan
tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah
yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe
kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses
penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu
adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan
kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari
pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari
bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha
mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada
bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu
tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat
kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses
daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai
pemimpin.
2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan
Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang
atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa
faktor.Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
A. Faktor Kemampuan Personal
Pengertian kemampuan adalah
kombinasi antara potensi sejak pemimpin dilahirkan ke dunia sebagai manusia dan
faktor pendidikan yang ia dapatkan. Jika seseorang lahir dengan kemampuan dasar
kepemimpinan, ia akan lebih hebat jika mendapatkan perlakuan edukatif dari
lingkungan, jika tidak, ia hanya akan menjadi pemimpin yang biasa dan standar.
Sebaliknya jika manusia lahir tidak dengan potensi kepemimpinan namun
mendapatkan perlakuan edukatif dari lingkunganya akan menjadi pemimpin dengan
kemampuan yang standar pula. Dengan demikian antara potensi bawaan dan
perlakuan edukatif lingkungan adalah dua hal tidak terpisahkan yang sangat
menentukan hebatnya seorang pemimpin.
B. Faktor Jabatan
Pengertian jabatan adalah struktur
kekuasaan yang pemimpin duduki. Jabatan
tidak dapat dihindari terlebih dalam kehidupan modern saat ini, semuanya seakan
terstrukturifikasi. Dua orang mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama tetapi
satu mempunyai jabatan dan yang lain tidak maka akan kalah pengaruh. sama-sama
mempunyai jabatan tetapi tingkatannya tidak sama maka akan mempunya pengarauh
yang berbeda.
C. Faktor Situasi dan Kondisi
Pengertian situasi adalah kondisi
yang melingkupi perilaku kepemimpinan. Disaat situasi tidak menentu dan kacau
akan lebih efektif jika hadir seorang pemimpin yang karismatik. Jika kebutuhan
organisasi adalah sulit untuk maju karena anggota organisasi yang tidak
berkepribadian progresif maka perlu pemimpin transformasional. Jika identitas
yang akan dicitrakan oragnisasi adalah religiutas maka kehadiran pemimpin yang
mempunyai kemampuan kepemimpinan spritual adalah hal yang sangat signifikan.
Begitulah situasi berbicara, ia juga memilah dan memilih kemampuan para
pemimpin, apakah ia hadir disaat yang tepat atau tidak.
2.5 Contoh Kasus
Dalam Kepemimpinan
Muhammad nazaruddin merupakan seorang
pengusaha dan politisi Indonesia yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR)periode 2009-2014 dari Partai Demokrat, Setelah menjabat sebagai Bendahara
Umum Partai Demokrat pada tahun 2010, pada tahun 2011 Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) menjadikannya tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet untuk
SEA Games ke-26. Nazaruddin meninggalkan Indonesia sebelum statusnya menjadi
tersangka dan menyatakan melalui media massa bahwa sejumlah pejabat lain juga
terlibat dalam kasus suap tersebut, hingga akhirnya ia tertangkap di Cartagena
de Indias, Kolombia.
Pada 21 April 2011, Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) menangkap Sekretaris Mentri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam,
pejabat perusahaan rekanan Mohammad El Idris, dan perantara Mindo Rosalina
Manulang karena diduga sedang melakukan tindak pidana korpsi suap menyuap.
Penyidik KPK menemukan 3 lembar cek tunai dengan jumlah kurang lebih sebesar
Rp3,2 milyar di lokasi penangkapan. Keesokan harinya, ketiga orang tersebut
dijadikan tersangka tindak pidana korupsi suap menyuap terkait dengan
pembangunan wisma atlet untuk SEA Games ke-26 di Palembang, Sumatera
Selatan.Mohammad El Idris mengaku sebagai manajer pemasaran PT Duta Graha
Indah, perusahaan yang menjalankan proyek pembangunan wisma atlet tersebut, dan
juru bicara KPK Johan Budi menyatakan bahwa cek yang diterima Wafid Muharam
tersebut merupakan uang balas jasa dari PT DGI karena telah memenangi tender
proyek itu.
Pada 27 April 2011, Koordinator LSM
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan kepada
wartawan bahwa Mindo Rosalina Manulang adalah staf Muhammad
Nazaruddin.Nazaruddin menyangkal pernyataan itu dan mengatakan bahwa ia tidak
mengenal Rosalina maupun Wafid.Namun, pernyataan Boyamin tersebut sesuai dengan
keterangan Rosalina sendiri kepada penyidik KPK pada hari yang sama dan
keterangan kuasa hukum Rosalina, Kamaruddin Simanjuntak, kepada wartawan
keesokan harinya. Kepada penyidik KPK, Rosalina menyatakan bahwa pada tahun
2010 ia diminta Nazaruddin untuk mempertemukan pihak PT DGI dengan Wafid, dan
bahwa PT DGI akhirnya menang tender karena sanggup memberi komisi 15 persen
dari nilai proyek, dua persen untuk Wafid dan 13 persen untuk Nazaruddin. Akan
tetapi, Rosalina lalu mengganti pengacaranya menjadi Djufri Taufik dan
membantah bahwa Nazaruddin adalah atasannya.Ia bahkan kemudian menyatakan bahwa
Kamaruddin, mantan pengacaranya, berniat menghancurkan Partai Demokrat sehingga
merekayasa keterangan sebelumnya, dan pada 12 Mei Rosalina resmi mengubah
keterangannya mengenai keterlibatan Nazaruddin dalam berita acara
pemeriksaannya. Namun demikian, Wafid menyatakan bahwa ia pernah bertemu
beberapa kali dengan Nazaruddin setelah dikenalkan kepadanya oleh Rosalina.
Dalam kasus ini peran pemimpin sangat
berpengaruh, karna seorang pemimpin harus tegas kepada anggotanya. Jika
pemimpin dalam organisasi tersebut memiliki sifat yang lemah dan mudah terhasut
maka anggotanya yang berbuat salah tersebut akan deberikan sanksi yang tidak
sepadan dengan perbuatannya yang sudah mencoreng nama baik partai/organisasi
tersebut.
Karna dalam suatu organisasi memiliki tujuan yang
sama, pemimpin dan anggota harus saling mendorong dan menasehati dalam hal
kebaikan, dalam halnya kasus yang lain jika seorang pemimpinnya saja sudah
tidak baik gimana dengan anggotanya.
Maka dari itu dalam suatu partai/organisasi pemimpin
yang tegas dan jujur sangat lah dibutuhkan, agar tidak menyesatkan anggota yang
lainnya.
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Seorang pemimpin harus mempunyai keahlian
dan pengetahuan yang sangat luas yang diperoleh melalui pengembangan diri. Pengembangan
diri ini menghasilkan keterampilan-keterampilan seperti keterampilan teknis,
keterampilan manajemen sumber daya manusia, dan
keterampilan konseptual.
Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang,
baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakansesuatu. Jika semakin tinggi
kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin dituntut daripada nya kemampuan
berfikir secara konsepsional, strategis dan makro. Semakin tinggi kedudukan seseorang
dalam organisasi maka ia akan semakin generalist, dan semakin besar tanggung
jawab terhadap suatu kelompok atau organisasi yang ia pimpin, sedangkan semakin
rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialist.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan
terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaannya, bukan kecerdasannya, tapi dari
kekuatan kepribadian nya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras untuk memperbaiki
dirinya sendiri sebelumdia sibuk memperbaiki diri orang lain.Pemimpin bukan hanya
sekedar mendapatkan gelar atau jabatan yang diberikan dari luar namun melainkan
sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir
dari proses internal.
3.2 Saran
Dalam memilih seorang
pemimpin diharuskan mempunyai keahlian dan pengetahuan yang sangat luas. Tidak
hanya pengetahuan umum tetapi harus memiliki keterampilan khusus, diantaranya
keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia, keterampilan teknis. Seorang
pemimpin harus memiliki adab dan perilaku yang baik, karena seorang pemimpin
menjadi panutan atau contoh untuk bawahannya. Seorang pemimpin harus memiliki
jiwa kepemimpinan, jujur dan rasa tanggung jawab yang besar terhadap tugas yang
diamanahkan kepada dia.
DAFTAR PUSTAKA


